KONSEP AIDA+S
Nama
: Tika Hermawati
NPM
: 57216390
Kelas
: 2DF02
AIDAS adalah singkatan sederhana yang telah dibuat lama sebagai
pengingat dari empat tahapan proses penjualan (Strong, 1925). AIDAS singkatan
dari Attention, Interest, Desire, Action dan Satisfaction. Ini
merupakan model yang cukup sederhana dan dapat digunakan sebagai pedoman.
Dalam komunikasi pemasaran perlu dirumuskan tujuan yang ingin
dicapai dari proses komunikasi pemasaran yang akan dilakukan. Setelah
menentukan khalayak sasaran dengan persepsinya, pemasar harus memutuskan respon
yang terjadi. Respon khalayak tersebut dapat berupa cognitive (tahap
kesadaran), affective (tahap pengaruh), behavioral/conative (tahap tindakan
pembelian).
Model AIDAS (Attention, Interest, Desire, Action, dan Satisfaction)
adalah salah satu model hirarki respon yang cukup popular bagi pemasar sebagai
pedoman dalam melaksanakan kegiatan pemasaran. Menurut model ini, alat promosi
harus menarik perhatian, mendapatkan dan mendorong minat, membangkitkan
keinginan, dan menghasilkan tindakan. Dalam membangun program komunikasi yang
efektif, aspek terpenting adalah memahami proses terjadinya respon dari
konsumen, misalnya dalam hal konsumen melakukan pembelian suatu produk, maka
diperlukan pemahaman mengenai usaha promosi yang dapat mempengaruhi respon
konsumen tersebut (Belch 1995:163 dalam Nurbenny 2005:38).
1.
Attention
Pertamakali kosumen dihubungi atau ditawari oleh perusahaan
tertentu sehingga muncul perhatian (attention) pada diri konsumen
(Galaksi, 2009:1). Pada tahap perhatian (attention) perusahaan berusaha
agar calon konsumen memperhatikan penawaran yang dilakukannya. Untuk
mendapatkan perhatian dari calon konsumen wirausaha harus memperlihatkan sikap
yang baik, tutur kata dan cara berpakaian yang menarik yang akan memberikan
penilaian yang positif dari calon konsumen yang akan berpengaruh terhadap
terjadinya jual beli. Namun, Khani menyebut huruf A dalam konsep AIDA+S sebagai
aware. Menurut Khani (2009:1) langkah pertama dalam strategi pemasaran
adalah konsumen harus menyadari atau tahu (aware) akan keberadaan sebuah
produk.
Misalnya : “Pengumuman Penting untuk Bisnis Owner!” ; ini contoh
attention dengan segmen pasar adalah para pemilik bisnis dalam sebuah iklan
seminar bisnis.
2.
Interest
Interest adalah
timbulnya minat konsumen terhadap barang yang sudah dia perhatikan (Galaksi,
2009:1). Sejalan dengan pendapat Galaksi, Khani juga berpendapat yang sama
tentang interest (2009:1), yaitu setelah mengetahui segala sesuatu tentang
produk itu akan timbul rasa tertarik (interest) pada diri konsumen. Pada
tahap ini perusahaan berusaha meningkatkan perhatian calon konsumen menjadi
minat dengan cara menciptakan suasana yang menyenangkan, mendengarkan, dan
memahami kebutuhan konsumen.
Misalnya : “Temukan Rahasia Sukses Membangun BISNIS dalam waktu 4
Jam!”. Bandingkan jika hanya kalimat, “Seminar Bisnis : Cara Membangun Bisnis
Anda.”
3.
Desire
Menurut Khani (2009:1) adanya ketertarikan tersebut akan
menimbulkan hasrat, keinginan (desire) konsumen untuk membeli dan
menggunakan produk yang ditawarkan oleh perusahaan tersebut. Pada tahap ini
perusahaan harus dapat meyakinkan calon konsumen dengan menjelaskan keuntungan
yang akan didapat calon konsumen apabila membeli produk yang ditawarkan serta
kerugiannya jika tidak membeli produk tersebut. Hal-hal yang mempengaruhi
keinginan membeli dari calon konsumen adalah faktor pendapatan, pendidikan,
status sosial, jenis kelamin dan lain lain. Biasanya memberikan testimoni para
pelanggan yang ada. Lalu memberikan lebih detail apa yang ditawarkan dan apa
yang akan didapatkan jika mereka membeli produk/jasa dari kita
4.
Action
Pada tahap tindakan (action) perusahaan harus dapat
mewujudkan kebutuhan dan harapan konsumen dan memberikan keyakinan bahwa
barang, jasa, dan ide yang dibeli merupakan langkah yang tepat yang dapat
memberikan keuntungan bagi konsumen.
Misalnya : “Hubungi sekarang 021-81234567 untuk mendapatkan FREE
tiket seminar sebelum tanggal 14 Februari 2012.″
5.
Satisfaction
Pada tahap kepuasan (satisfaction) perusahaan harus dapat
memastikan bahwa kualitas barang, jasa dan ide yang dibeli sesuai denga harapan
konsumen. Harga yang ditetapkan pun harga yang pantas, sehingga pembeli merasa
puas dan selanjutnya menjadi langganan. Untuk itu, seorang penjual yang baik adalah
penjual yang mampu dan mau mengarahkan, membimbing dan memberi petunjuk temtang
keguanaan maupun efek samping dari produk yang ditawarkan.
Sumber:
Komentar
Posting Komentar